Save WhatsApp 083157537386

Foto saya
Tanjung Jabung Barat, Jambi, Indonesia

Senin, 30 November 2020

Berdamai dengan ikhlas memang tak pernah bikin pas, namun akhirnya harus di lepas

 Ada banyak usaha dan pengorbanan yang tidak selalu menghasilkan bahagia. Bukan karena Tuhan tidak ridho, hanya saja tuhan menunda, untuk hari yang lebih bahagia pada nantinya. Tuhan mengajarkan kita bahwa hasil selalu diperoleh melalui proses. Semakin baik hasilnya, semakin besar pula ujiannya.

Mungkin kita sering terkejut dengan lucunya jalan cerita Tuhan. Begitulah hidup, komedi Tuhan memang harus sering-sering dinikmati. Ada yang pergi saat hati mulai mencintai. Ada yang hilang saat raga sudah mulai benar-benar sayang. Bahkan, ada pula yang meminta untuk mengakhiri, saat belum sama sekali memulai. Ada yang minta sudah, padahal belum sama sekali mengalami pernah.

Hingga akhirnya kita paham. Beberapa dari kita harus mencoba berteman dengan kata hampir. Beberapa dari kita harus berdamai pula dengan kata telanjur. Saat melepas cinta yang hampir kita miliki, dan saat telanjur telah mencintai namun harus meninggali.

Tidak ada yang abadi. Karena sejak terlahir di dunia ini pun Tuhan sudah mengingatkan beberapa kali. Namun begitulah kita, diberi pinjaman, malah menagih kepunyaan. Yang dititipkan malah dicintai melebihi garis yang wajar. Saat Tuhan mulai ingin menarik kembali, hati menjadi keras tak ingin dilepaskan pergi.

Berdamai dengan ikhlas memang bukan perkara yang selalu bikin pas. Namun ikhlas adalah satu-satunya jalan keluar agar hati bisa benar-benar mampu untuk sadar diri. Belajar memahami apa itu pergi. Belajar untuk mencerna arti kata meninggalkan. Agar tidak ada kata kejut saat hati dilempari pergi.

Walau sekeras apa pun kita melabrak takdir, Tuhan akan tetap menang telak untuk dilawan bertempur. Seharusnya kita tersadar bahwa segagah apa pun matahari menampakkan diri, jika waktunya sudah habis, dia pun harus tenggelam. Malam mengajarkan kita bahwa alam pun harus tunduk pada waktu. Seharusnya manusia juga bisa memahami, bahwa apa yang sudah digariskan tuhan, tidak bisa ditawar kembali. Tidak ada mekanisme pasar dalam menawar takdir.

Kita pernah berlabuh pada hati yang salah. Namun bukan berarti hidup ini menjadi benar-benar salah. Cara hidupnya yang salah, bukan jalan hidupnya. Sesekali luangkan waktu untuk duduk sejenak, merenungi semua yang telah terjadi. Amati satu-satu. Yang terjadi, biarkan menjadi pelajaran masa lalu, untuk tidak diulangi.

Hidup itu seperti bandara. Hanya dijadikan tempat untuk berlabuh sementara. Apa yang kita temui di bandara, semua pada akhirnya akan pergi menuju tujuan sesuai destinasi. Hingga kita akhirnya paham, hati ini sudah harus diajari untuk tidak terlalu sayang dengan apa-apa yang ada di bumi.

Mungkin kita juga pernah merasa dicurangi jagat raya. Mencintai orang yang salah di waktu yang tepat, dan mencintai orang yang tepat di waktu yang salah. Sesederhana itu cara alam semesta tidak menyukai ingin-nya kita. Dan kita akhirnya sadar, bahwa Tuhan ternyata menghendaki kita hanya untuk bertemu, bukan menyatu. Hanya bersalam, bukan saling mencintai secara mendalam. Yang telah hadir, bukan berarti takdir.

Sayang dan nyaman itu memang jebakan. Terlalu cinta akhirnya membuat kita terjebak. Adam pernah terusir dari surga karena cinta yang terlalu besar kepada manusia. Harusnya kita belajar dari kesalahan pertama seorang umat manusia tersebut.

Beberapa diantara kita mungkin pernah berada di posisi; Dibuat jatuh kemudian dibangkitkan kembali. Dibuat rapuh selagi jatuh kemudian dikuatkan kembali. Dibuat hampa dan kalut, namun dirangkul kembali. Namun destinasi akhirnya tetap saja dikecewakan. Manusia itu selalu berubah. Yang kali ini mencintai, suatu saat nanti akan melukai. Bersiap-siap adalah solusi, agar tidak terlalu sedih dalam menghadapi.

Tuhan maha adil dalam membagi-bagikan takdir. Yang bahagia hari ini, bisa saja karena telah lelah menghadapi ujian di hari kemarin. Bahagia itu gilir-giliran, tak bisa bahagia selamanya. Ada jatah sedih yang juga harus dinikmati. Kemarin ketawa terus, sesekali rasain rasanya gagal. Biar paham rasanya berjuang. Kaki pun juga sama, sesekali perlu dilatih untuk tersesat, biar paham rasanya indahnya pulang.

Biarkan yang pergi menjauhkan diri. Yang tak ingin di hati biarkan tetap mencari. Hidup adalah tentang memilih. Namun diri sendiri harus tetap yakin, bahwa Tuhan akan selalu mengganti setiap yang telah diambilnya. Selalu ada kata ganti, untuk sesuatu yang telah pergi. Biarkan lepas, lakukan ikhlas.

Hingga katakanlah kepada hati. Sadar diri untuk tidak terlalu dalam mencintai adalah vaksin terbaik untuk luka di hati. Jangan dikejar, jika dia semakin memencar. Jangan ditunggu, jika rasanya tak bisa menyatu. Jangan dicinta, jika dia tak ingin bersama. Jangan didoakan, jika dia tak ingin didambakan. Mencintai terlalu dalam, hanya akan membuat diri sendiri tenggelam. Hati terkadang kudu di-rem, agar tidak bobol dalam merasa.

Mungkin sudah saatnya untuk mulai berjalan sendiri, walau hati terkadang sepi tiada yang menemani. Sama halnya dengan bumi, walau hanya sendiri, dia tetap mampu melakukan rotasi sendiri. Mungkin saat ini, ada orang lain yang sedang berdoa agar kita selalu sendiri, hingga pada suatu hari nanti bisa bertemu dengan dirinya.

Bumi itu tempat bersiap-siap, bukan tempat melahap. Bahagia terkadang bikin lupa diri, kalau usia ada porsi dan jatahnya masing-masing. Saat bahagia terlalu dinikmati melewati porsi, hati terkadang menjadi tak terlatih menghadapi yang pahit. Hidup itu terkadang terlalu lucu. Bikin bahagia sejenak, kemudian meninggalkan sesak yang berkelanjutan.

Ikhlas memang keras. Merelakan memang tak mudah dilakukan. Namun kata coba adalah kunci utama untuk mulai mencoba lembaran baru, meski tidak dengan kertas yang putih. Memulai kembali memang tidak mudah, namun setidaknya masih ada kesempatan lagi untuk bisa memulai kembali. Ada banyak manusia yang tidak diberikan kesempatan, jadi tetap kuatlah untuk memanfaatkan sempat.

Hingga akhirnya kita paham. Kita hanyalah pernah, bukan punah, bukan pula menyerah. Kita hanya sudah. Entah itu nyata, maya, atau fatamorgana, raga ini pun harus mampu berpelukan dengan luka. Hidup masih lumayan lama, masih ada waktu tersisih untuk bahagia.

Tidak ada yang mudah, namun bukan berarti harus lekas menyerah. Lepas yang memang harus dilepas. Ikhlas memang tidak pernah pas. Namun hati pun terkadang harus diperlakukan sedikit keras. Masa lalu yang pahit kudu segera ditebas, raga dan hati harus lekas bahagia dan hidup bebas. Bahagia sudah cukup, maka luka pun sudah pas. Hidup itu sederhana, tidak terlalu mudah, namun tidak pula terlalu susah.

Kamis, 10 September 2020

Semua orang tentu pernah merasakan jatuh cinta, begitu pun saya. Cinta adalah anugerah terbesar yang Tuhan berikan, cinta dapat membawa kebahagiaan dan terkadang juga membawa luka. Lika-liku perjalanan cinta tidak lepas dari perjuangan cinta itu sendiri, jatuh bangkit berkali-kali. Awalnya saya berfikir bahwa cinta dalah segalanya, saya tidak tahu bagaimana ketakutan saya saat itu saat saya harus kehilangan orang yang saya cintai, saya menjadi orang bodoh karena cinta. Saya pikir dengan melakukan segalanya, berkorban apapun untuknya dapat membuat saya bisa bersama dengannya hingga pada akhirnya dia memilih untuk pergi. Saya melalui banyak hal, suatu proses yang dimana membuat saya menyadari bahwa cinta bukanlah segalanya. Ada saat dimana kita harus melepaskan seseorang bukan karena kita berhenti mencintainya tapi karena mencintai diri sendiri jauh lebih indah. Tidak ada patah hati, kecewa, atau rasa tersakiti itulah yang saya rasakan, membiarkan semuanya mengalir begitu saja. Lepaskan apa yang harus pergi, rencana Tuhan jauh lebih indah dari harapan kita.

Untuk apa menangisi sebuah kepergiaan? Jangan berhenti hanya karena cinta itu berakhir masih banyak orang-orang yang menyayangi di luar sana. Memang, proses melupakan tidaklah mudah, karena tidak satupun orang yang bisa sungguh-sungguh melupakan masa lalunya tapi bukan berarti kita selalu mengingatnya. Kenangan ada untuk memberikan kita sebuah pelajaran, bahwa ada hal yang dapat kita perbaiki dari kesalahan kita di masa lalu. Seseorang yang hadir di masa lalu, dia hanya singgah untuk sementara bukan ditakdirkan untuk menetap. Yakinlah, bahwa ada seseorang yang telah Tuhan siapkan, yang terbaik menurut-Nya.

Saya tidak takut untuk memberikan hati saya pada orang baru karena hidup adalah realita, bertemu dan mengenal kemudian berpisah itu adalah hukum alam. Saya akan dengan senang hati memberikan hati saya kepada orang yang datang. Tetapi saya tidak akan membiarkan mereka menghancurkan kebahagiaan yang telah saya punya.

Jumat, 07 Agustus 2020

 Setiap orang punya masa lalu. Entah yang kelam dan penuh dengan kesalahan juga kepedihan. Atau justru masa lalu yang membuatnya bahagia.

Ada orang yang terus memikirkan masa lalunya yang buruk sehingga tidak berani menjalani masa depannya.

STOP, memikirkan masa lalu! Hiduplah untuk hari ini! Fokuskan pikiran dan energi untuk pekerjaan hari ini.

Jadikan masa lalu pelajaran untuk mengambil hikmah positif dari semua kesalahan agar tidak lagi mengulang hal yang sama. Seperti kata pepatah, “Yang lalu biarlah berlalu, tidak boleh dipikirkan terlalu dalam”.

Hidup adalah untuk hari ini. Hidup adalah untuk membangun masa depan, bukan masa lalu.

Bekerjalah dengan sebaik-baiknya untuk masa depan tanpa kenal lelah. Jangan sampai ada waktu kosong untuk melamun dan membayangkan masa lalu.

Sibukanlah diri setiap hari dengan kegiatan positif, sehingga tidak ada lagi waktu untuk memikirkan hari kemarin.

Jika berbuat salah, maafkanlah diri sendiri. Jika menyesal, sesalilah dengan sungguh-sungguh.

Tuhan saja selalu memberi kesempatan bagi orang yang bertobat kepada-Nya, jadi mengapa tidak mulai memaafkan dirimu sendiri?

Berhentilah menyalahkan diri sendiri.

Berhentilah memendam dendam dan kebencian yang berkepanjangan terhadap orang lain, karena hanya akan menjadi penyakit yang menggerogoti dan membunuh secara perlahan.

Lupakanlah orang yang pernah menyakitimu dan maafkanlah walau itu sulit, sebagai syarat untuk mendapatkan kebahagiaan.

Terimalah semua kejadian dengan ikhlas. Ambil hikmahnya, tarik napas dalam dan berlapang dadalah.

Paksa diri untuk berubah sekarang juga. Yakinkan diri untuk memulai hidup baru. Yakinkan diri kalau esok akan menjadi lebih baik. Ayo, MOVE ON sekarang juga!

Jumat, 31 Juli 2020

Jangan pernah tinggalkan aku sendirian. Karena meski terlihat kuat saat sendirian tetapi akan lebih kuat saat berdua. Ada yang ngasih semangat, ada yang peduli dan ada yang selalu perhatian. Dan aku butuh kamu yang seperti itu, oleh sebab itu jangan pernah tinggalkan aku.

Tetaplah bersamaku karena aku tidak mau kehilangan kamu. Aku sangat menginginkan kamu ada didalam hidupku selalu disampingku dan selalu menemani hari-hariku.

Bukan karena aku manja, akan tetapi aku sangat membutuhkanmu. Aku tidak ingin sendirian apalagi saat menghadapi sebuah masalah. Yang aku mau aku hanya ingin tetap bersamamu.

Apapun yang terjadi aku tetaplah disampingku, karena bersamamu aku akan mampu melewatinya. Denganmu aku akan merasa bahagia meski sebenarnya aku lagi bersedih. Akan merasa lebih nyaman dan tenang jika berada disampingmu.

Kamu bukan sekedar orang yang aku inginkan ada didalam hidupku. Bukan sekedar orang yang aku cintai dan yang aku sayangi dengan tulus. Akan tetapi kamu adalah satu-satunya orang yang aku butuhkan hingga akhir hayatku nanti. Oleh sebab itu, tetaplah disini dan temani aku hingga takdir yang memisahkan kita yaitu kematian.


Kamis, 30 Juli 2020

Istilah-istilah Perkuliahan yang Perlu Diketahui Calon Mahasiswa

Bagi calon mahasiswa baru yang akan masuk dunia perkuliahan atau pun yang sudah mulai masuk kuliah tahun ini, biasanya kerap merasa asing dengan istilah-istilah baru yang ada di perguruan tinggi. Tak jarang istilah-istilah itu pun membuat bingung, karena dunia perkuliahan yang berbeda jauh dengan SMA.

Nah, untuk itu yuk simak istilah-istilah dalam dunia perkuliahan yang harus kalian ketahui. Artikel ini dikutip dari laman OSC Community.

1.Fakultas: Unsur pelaksana akademik bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu cabang ilmu pengetahuan. Fakultas ini dipimpin oleh seorang dekan.

2. Program Studi/Prodi: Merupakan istilah untuk jurusan kuliah. Jurusan dipimpin oleh ketua jurusan yang dipilih dari dosen dan bertanggung jawab langsung kepada dekan.

3. Satuan Kredit Semester (SKS): Satuan beban studi pada mata kuliah yang dapat diambil oleh mahasiswa. Satuan Kredit Semester yaitu bobot studi setiap mata kuliah.

Setiap mata kuliah punya SKS berbeda-beda, biasanya 2-3 SKS. Namun, ada yang bobotnya lebih tinggi, yaitu enam SKS, misalnya skripsi atau mata kuliah wajib.

Jumlah beban SKS sendiri akan mempengaruhi waktu berlangsungnya mata kuliah tersebut. Semakin banyak kamu mengambil mata kuliah yang memiliki beban tiga SKS misalnya, maka semakin lama kamu menjalani satu sesi kuliah.

Misal, 1 SKS = 50 menit. Dalam satu hari, kamu mengambil dua mata kuliah yang memiliki 3 SKS. Jadi dalam sehari kamu menjalani perkuliahan selama 300 menit. SKS sangat penting bagi kelulusan kamu, dan menjadi salah satu acuan cepat atau tidaknya kamu lulus.

Biasanya, jumlah SKS per semester adalah 24 SKS (maksimal). Namun jatah SKS kamu tergantung dari nilai IP yang kamu dapat dari semester sebelumnya. Semakin rendah nilai IP yang kamu dapat, maka semakin sedikit juga jatah SKS yang bisa kamu ambil.

Tapi tenang, di semester awal perkuliahan, biasanya kampus memberikan paket mata kuliah. Baru beberapa semester ke depan mahasiswa ‘diperbolehkan’ menentukan jumlah mata kuliah dan SKS-nya masing masing.

4. Indeks Prestasi: Artinya sama seperti nilai akhir semester. Di Indonesia, skala IP dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi adalah 0 (nol) hingga 4 (empat).

Mahasiswa yang memperoleh IP 4 di akhir semester sudah pasti mendapat nilai “A” pada setiap mata kuliahnya. Penilaian di universitas menggunakan huruf. Nilai “E” untuk yang paling rendah dan “A” yang paling tinggi. Kalau mau lulus mata kuliah biasanya nilai minimal harus di atas C (misalnya C+, B-, B, dan seterusnya).

5. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK): Nilai kumulatif mahasiswa dari semester awal hingga semester akhir. IPK sendiri dihitung dengan cara menggabungkan semua IP dan dibagi dengan jumlah semester yang telah ditempuh.

IPK akan dicetak dan tercantum pada transkrip nilai saat lulus nanti. IPK seharusnya diusahakan di atas tiga, dan lebih baik terus stabil pada angka 3,5. Nilai IPK biasanya juga menjadi salah satu modal ketika melamar pekerjaan.

6. Cumlaude: Gelar yang diberikan kepada mahasiswa yang berhasil lulus tepat waktu dengan IPK tinggi. (Untuk S1 di atas 3,50).

7. Semester Ganjil: Masa perkuliahan pada semester 1,3,5,dan 7. Biasanya berlangsung antara bulan Agustus (akhir) – Desember.

8. Semester Genap: Masa perkuliahan pada semester 2,4,6, dan 8. Biasanya berlangsung antara bulan Februari (awal) – Juni.

9. Semester Pendek (SP): Program perkuliahan yang dilaksanakan pada saat liburan semester genap. Semester pendek ini bertujuan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperbaiki nilai mata kuliah yang kurang memuaskan

10. Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK): Kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan pembentukan keahlian, baik untuk kepentingan profesi maupun bahan pengembangan ilmu dan teknologi.

11. Mata Kuliah Pilihan: Mata kuliah dari kelompok MKK (Mata Kuliah Keahlian) untuk melengkapi keahlian program studi seorang mahasiswa.

12. Mata Kuliah Umum (MKU): Kelompok bahan kajian dan pelajaran dalam kurikulum program sarjana yang diharapkan bisa membentuk kepribadian dan sikap mahasiswa untuk memasuki kehidupan bermasyarakat.

13. Mata Kuliah Wajib: Mata kuliah yang membentuk profesional seorang lulusan perguruan tinggi yang harus diikuti oleh semua mahasiswa sampai lulus, terdiri dari MKDK dan MKK.

14. Sivitas Akademik: Anggota komunitas perguruan tinggi yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan seluruh kepengurusan kampus.

15. Kalender Akademik: Jadwal yang disusun oleh rektor dalam kurun waktu satu tahun yang memuat waktu penerimaan mahasiswa, masa perkuliahan, ujian, dan juga hari-hari libur.

16. Rektor:Dosen yang memimpin perguruan tinggi.

17. Dekan: Dosen di perguruan tinggi yang diangkat dengan tugas khusus mengajar dan memimpin sebuah fakultas.

18. Dosen: Tenaga pengajar di perguruan tinggi dengan tugas utama mengajar, membimbing, dan melatih mahasiswa dalam melakukan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.

19. Dosen Pembimbing: Dosen yang bertugas membimbing kamu dalam hal skripsi atau tugas akhir. Biasanya, pemilihan tema skripsi yang akan menentukan siapa yang akan menjadi dosen pembimbing nanti.

20. Dosen Penasihat Akademik (PA): Dosen yang bertugas mendampingi dan memberikan konsultasi akademis kepada mahasiswa selama masa kuliah, termasuk menyusun rencana studi dan memberi pertimbangan dalam memilih mata kuliah dan jumlah kredit yang akan diambil sesuai perkembangan studi mahasiswa.

21. Kartu Rencana Studi (KRS): Kartu isian yang berisi rencana banyaknya SKS yang diprogram untuk semester mendatang. KRS diisi oleh mahasiswa bersama dosen PA setiap awal semester dengan memperhitungkan IP semester sebelumnya.

22. Kartu Hasil Studi (KHS): Kartu yang memuat hasil studi setiap mahasiswa (per semester).

23. Kartu Tanda Mahasiswa (KTM): Kartu yang diberikan kepada mahasiswa yang sudah menyelesaikan registrasi administrasi secara lengkap, berfungsi sebagai tanda bukti bahwa mahasiswa tersebut telah terdaftar pada sebuah perguruan tinggi.

24. Kuliah Kerja Nyata (KKN): Praktik langsung di lapangan menerapkan teori yang telah diperoleh di bangku kuliah.

25. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM): Kalau di sekolah, kamu kenalnya ekstrakurikuler. Di kampus, ada yang namanya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).UKM adalah wadah aktivitas kemahasiswaan luar kelas untuk mengembangkan minat, bakat, dan keahlian tertentu.

26. HIMA/HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan): Organisasi mahasiswa di setiap jurusan/fakultas.

27. Praktik Kerja Lapangan: Kamu akan menjadi karyawan magang di salah satu kantor, sebagai upaya memenuhi ketentuan jurusan. Seperti KKN/KKM, tidak semua jurusan punya program PKL.

28. Skripsi: Karya tulis ilmiah sebagai laporan tugas akhir mahasiswa untuk memperoleh ijazah S1. Dalam mengerjakan skripsi, mahasiswa mendapat bimbingan dari dosen pembimbing. Syarat penulisan skripsi yaitu mahasiswa telah menempuh mata kuliah minimal 120 SKS dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,0.

Nah itulah istilah-istilah yang perlu diketahui calon mahasiswa dan mahasiswa baru agar tidak bingung. Seiring berjalannya waktu kalian pasti akan paham bahkan hafal istilah-istilah di atas.

Kamis, 23 Juli 2020

Teruntuk Kamu yang Pernah Singgah tapi Tak Sungguh, Terima Kasih Sudah Membuatku Bertumbuh

Hai, Apa kabar?

Tidak terasa ya, sudah lama kita tidak bertemu. Bertemu denganmu adalah syukur dan proses pendewasaan yang sudah punya cerita di bagian tertentu hidupku. Barangkali kau membaca ini dengan kebetulan atau tidak kebetulan kuharap kau mengerti.

Kukira dulu itu cuman sekadar main-main saat memulai. Nyatanya kita sampai di garis-garis paling menegangkan. Aku selalu rindu ingin menyampaikan ini padamu. Aku selalu ingin kau tahu bahwa akhir-akhir ini aku banyak kalah dan jatuhnya. Aku tahu, hubungan bukan hanya soal angka, tapi juga tentang sebuah percaya dan kepastian yang menjadi komposisi untuk bertahan lebih lama kan?

Kau menanggalkan aku saat jatuhku betul-betul susah berdiri,banyak ketidakadilan yang kudapatkan, rindu yang pernah terjadi sempat membuatku sembuh walau pada akhirnya kau memilih abai.

Aku berusaha tumbuh setiap harinya. Kukalahkan segala hal yang membuatku tak baik-baik, sulit sekali rasanya ketika semesta mengalahkan usahaku untuk memperjuangkanmu, aku dibunuh rasa bersalah, apa yang membuatmu suka pergi tanpa alasan? Apa yang membuatmu enggan menjelaskan kesalahapahaman kita? Aku maha penasaran hari itu.

Tapi sesekali aku menipu diriku. Kubilang aku mampu melakukan apa saja yang membuatku bahagia. Jika kau bisa, mengapa aku tidak? Hasilnya harus sama-sama mampu. Aku melakukan hal-hal yang membuatku bernyawa. Belajar, bekerja, tertawa, seperti orang yang mengharap kuat.

Tidak langsung sampai pada tujuan, beberapa kali kakiku tak kuat bertumpu. Aku kehilangan warasku, menyalahkan apa saja yang membuat kita pisah. Waktu itu aku dihajar atas pernyataan kau sudah punya seseorang. Sulit untuk kupahami bagaimana ini bisa terjadi.

Kerap kali aku pun egois, Kau tahu apa yang terjadi? Sosokmu hanya ilusi di sana. Tempat yang mempertemukan kita membuat rinaiku semakin penuh. Tenggelam dalam ketidakmampuan tanpamu.

Kita sudah sungguhan selesai. Setiap yang terjadi akan selalu terlewat tanpa ada arti. Segala-galanya sudah kandas dan tidak akan pernah menuju kata serius.

Setelahmu, aku sempat lupa mencintai diriku. Di sana selalu membayang sosokmu, alasan tidak pernah mengikhlaskan segala tentangmu. Tamu yang baru tidak bisa mengganti tamu lama. Betah sekali aku menghafalmu. Tak mau lupa dan tak mau maju.

Setelahmu, semua nya mengajariku banyak hal yang kukira tak mampu. Mataku dipejamkan, diajak berdialog dari hati ke hati. Dituntun menerima kebenaran, dihadapkan pada nyata yang tidak bercampur mimpi. Kau bukan rumahku. Kau bukan tempatku mengadu lebih sungguh. Kitalah jalan-jalan putus itu, yang tidak akan pernah sampai pada kata sudah sampai pada rencana.

Sekarang aku sudah di sini, mengaku dan jujur pada hatiku. Ketika setelahmu tubuhku sudah banyak memaafkan atas diri yang tak sempat tidak mau dimaafkan. Bahagialah selalu.

Rabu, 15 Juli 2020

Menghargai diri sendiri itu penting Salah satu nya begini : Kalau dia tidak cinta, yaudah lepaskan. Jangan di paksain.

Hati-hati bila ingin meninggalkan seseorang, apalagi jika kamu belum siap, kamu jenuh? Kamu ingin orang baru? Kamu rindu yang dulu? Atau kamu butuh ruang?
Karena bila kamu meninggalkan seseorang karena alasan tadi, akan dipastikan kamu akan menyesal suatu hari nanti.
Mungkin sekarang kamu dikelilingi banyak teman, sehingga kamu merasa tanpa ia kamu tak apa.
Tapi apakah teman bisa memberikan rasa sayang setara dengan pasangan mu?
Apa iya, teman mu tidak akan meninggalkanmu bila ada kekasih nya?
Apabila kamu merasa banyak yang lebih baik dan lebih indah dari pasangan mu, apa iya tidak ada yang lebih menarik darimu? Apa kamu lupa barisan yang menunggu kalian putus? Kamu lupa berapa yang ia campakkan demi bersama mu?
Mungkin sekarang kamu merasa sesak, tapi nanti kamu akan rindu berada di dalam ruang, kamu akan rindu dipedulikan dan disayang.
Sekarang ku tanya sekali lagi, masih yakin ingin meninggalkannya??